Rabu, 08 Desember 2010

BAB SATU, pertumbuhan dan perkembangan (>O<)


Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organisme. Pertumbuhan bersifat tidak dapat kembali (irreversible). Ciri-ciri adanya pertumbuhan, misalnya pertambahan berat tubuh. Pertumbuhan juga diikuti dengan perkembangan yang merupakan proses saling terkait. Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan  diawali dengan pertumbuhan bakal biji dan bakal buah, dan tahap selanjutnya adalah perkecambahan.

Perkembangan Bakal Biji
  • Perkembangan endospermEndosperm kaya akan cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut akan digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio.
  • Perkembangan embrio
    Pertumbuhan dan perkembangan embrio diawali dengan pembelahan zigot secara mitosis dan menghasilkan sel basal dan sel terminal.
  • Struktur biji yang matang
    Biji yang matang mengandung embrio yang dikelilingi kotiledon, endosperm,atau keduanya. Biji dilindungi oleh kulit biji.

Perkembangan Bakal Buah
Buah berfungsi melindungi biji ketika biji dipencarkan oleh angin atau hewan. Buah mulai berkembang setelah terjadinya penyerbukan. Penyerbukan merangsang perubahan hormon yang menyebabkan bakal buah berkembang.
    PerkecambahanMasa dormansi adalah suatu kondisi di mana biji tidak tumbuh dan berkembang. Tidak berkembang dan bertumbuhnya biji dapat dikarenakan tidak cocoknya kondisi lingkungan  yang memungkinkan biji berkecambah. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji (proses imbibisi). Diferensiasi  merupakan proses pertambahan jenis dan fungsi sel yang jelas. Setelah itu akan dibentuk organ-organ melalui proses organogenesis. Energi digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan.
  • Embrio atau lembaga tumbuhan  memiliki tiga bagian yaitu calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan batang lembaga (kaulikulus).
  • Akar Lembaga.Akar lembaga berfungsi sebagai akar
  • Daun Lembaga.Daun lembaga atau kotiledon merupakan daun pertama suatu tumbuhan. Fungsinya antara lain adalah untuk menimbun makanan, sebagai alat untuk melakukan fotosintesis, dan sebagai alat pengisap makanan untuk embrio
  • Batang Lembaga.Batang lembaga dibedakan menjadi epikotil dan hipokotil. Epikotil adalah ruas batang di atas daun lembaga yang akan tumbuh menjadi batang dan daun. Hipokotil adalah ruas batang di bawah daun lembaga yang akan tumbuh menjadi akar. Jadi, berdasarkan letak perkecambahan, tipe perkecambahan dibedakan menjadi dua, yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal. Perkecambahan  epigeal adalah perkecambahan yang ditandai dengan bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah. Perkecambahan hipogeal  adalah perkecambahan yang ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap di dalam tanah.

Pertumbuhan
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan sebagai hasil pembelahan sel-sel pada jaringan meristem primer. Pertumbuhan sekunder merupakan hasil aktivitas jaringan meristem sekunder berupa cambium dan cambium gabus.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Faktor Internal meliputi faktor genetic dan proses fisiologis individual yang bersifat spesifik.

  • Faktor genetic
    Aktivitas metabolic yang berlangsung di dalam tumbuhan dikendalikan oleh gen-gen yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut
  • Faktor fisiologis
    Pertumbuhan dan perkembangan akan melibatkan berbagai macam hormone dan vitamin. Hormone-hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut:
  1. Auksin = berperan dalam pertumbuhan untuk memacu proses pemanjangan sel
  2. Giberilin = pembentukan biji
  3. Etilen =  pematangan buah dan kerontokan daun
  4. Sitokinin =  pembentukan akar, batang, bunga, buah
  5. Asam abisat = proses penuaan, gugur daun
  6. Kalin = ( Rizokilin,kaulokalin,filokalin,antokalin)
  7. Asam traumalin = proses regenerasi
  8. Vitamin yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan: riboflavin, asam askorbat, tiamin, piridoksin, asam nikotinat.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal meliputi pengaruh iklim, tanah, biota tempat tumbuhan berada. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan adalah cahaya, temperature, air, oksigen, pH, dan nutrisi.

6 komentar:

  1. Jenny:
    Bab ini mengajarkan perbedaan pada pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan serta hewan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta hewan. Selain itu, bab ini juga memberikan manfaat kepada pembaca untuk mengetahui tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan.

    BalasHapus
  2. Fidel:
    Bab ini mengajarkan pengertian pertumbuhan dan perkembangan. Bab ini membuat pembaca mengerti tentang pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada hewan dan tumbuhan.

    BalasHapus
  3. Didi:
    Bab ini mengajarkan proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan,manusia,dan tumbuhan. Bab ini membuat pembaca mengerti dan mengetahui pentingnya pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup.

    BalasHapus
  4. Jessica:
    melalui informasi di atas, saya mempelajari hormon-hormon yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan. Selain itu saya juga mempelajari faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

    BalasHapus
  5. Edo:
    melalui pembahasan di atas saya menjadi mengerti bahwa dominasi apikal merupakan pengaruh pucuk tumbuhan atau tunas ujung dalam menekan pertumbuhan tunas lateral pada tumbuhan. Dan hal tersebut disebabkan hormon auksin.

    BalasHapus
  6. Valerie:
    melalui pembahasan di atas, saya mengetahui bahwa angispermae dibagi menjadi dua kelompok yaitu monokotil dan dikotil. Monokotil merupakan tumbuhan biji berkeping satu. Sedangkan dikotil merupakan tumbuhan biji berkeping dua. Saya juga mengerti perbedaan antara monokotil dan dikotil.

    BalasHapus